Belanja Modal dan DAK Fisik di Gorontalo Harus Digenjot

djpbgorontalo, 16 Jan 2019, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

Gorontalo – Selasa (15/1), Periode APBN 2018 telah berakhir manis. Berbagai raihan positif pelaksanaan anggaran telah tercapai. Namun, ada beberapa poin perlu dievaluasi dan ditingkatkan kinerjanya, diantaranya Kinerja Belanja Modal dan DAK Fisik. Fakta ini terungkap dalam acara Press Conference Kanwil Ditjen Perbendaharaan, Selasa (15/1) di Aula Mohuyula Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Gorontalo. Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Gorontalo, Fahma Sari Fatma menyampaikan kinerja APBN 2018 di Gorontalo yang cukup membanggakan dan berkontribusi bagi skala nasional. Namun demikian beberapa catatan dan evaluasi perlu diperhatikan untuk meningkatkan kinerja anggaran di tahun 2019. Beberapa catatan tersebut adalah capaian realisasi Belanja Modal dan DAK Fisik yang masih belum sesuai harapan. Realisais Belanja Modal di Gorontalo mencapai 85,5 persen, yaitu terealisasi Rp1,28 Triliun dari pagu Rp1,49 Triliun. Sementara DAK Fisik mencapai 89,18 persen, yaitu terealisasi Rp839,56 Miliar dari pagu Rp941,37 Miliar. Padahal Belanja Modal dan DAK Fisik merupakan pos belanja yang outputnya berwujud fisik yang berdampak luas bagi masyarakat.

“Belanja Modal dan DAK Fisik menjadi pos belanja dengan realisasi yang perlu ditingkatkan kinerjanya”, papar Fahma. “Berdasarkan evaluasi kinerja pelaksanaan anggaran, penyebab tidak optimalnya Belanja Modal diantaranya proses pembebasan lahan yang berlarut-larut dan DIPA terlambat diterima sehingga jangka waktu pelaksanaan pekerjaan menjadi lebih singkat yang berdampak gagal lelang”, lanjut Fahma. “Sedangkan untuk DAK Fisik, hambatan yang dihadapi meliputi keterlambatan dokumen persyaratan penyaluran DAK Fisik, realisasi tidak mencapai target untuk pengajuan penyaluran tahap III, dan kontrak yang batal/disanggah menjadi faktor penghambat berikutnya. Sangat disayangkan jika realisasinya tidak optimal, karena Pemerintah Pusat telah menyediakan alokasi anggarannya untuk pembangunan fisik yang berdampak bagi masyarakat luas”, tandas Fahma.

Oleh karenanya, untuk Tahun Anggaran 2019 diharapkan capaiannya dapat digenjot sehingga dapat mendukung program pembangunan fisik Pemerintah. Berbagai isu yang perlu diperhatikan diantaranya reviu atas perencanaan kegiatan, penyerapan, dan capaian kinerja, peningkatkan ketertiban penyampaian data kontrak ke kppn, peningkatan koordinasi dengan pihak terkait sebelum melakukan proses pembebasan lahan, dan ketepatan waktu penyelesaian tagihan. Khusus untuk DAK Fisik perlu diperhatikan aspek-aspek berikut:

  • Menyampaikan dokumen persyaratan penyaluran secara tepat waktu (tidak di batas akhir waktu penyampaian dokumen)
  • Pembayaran termin kontrak agar disesuaikan dengan tahapan penyaluran DAK Fisik
  • Mengoptimalkan peran serta inspektorat (APIP) dalam melaksanakan reviu penyerapan serta capaian/output dak fisik
  • Perencanaan pelaksanaan lelang untuk masing-masing kontrak kegiatan agar supaya bisa dilaksanakan diawal periode anggaran, sehingga penyampaian dokumen persyaratan tidak melampaui batas yang disyaratkan
  • DAK Fisik dapat disalurkan paling cepat bulan Februari.

Langkah-langkah strategis ini perlu diperhatikan agar penyerapan Belanja Modal dan DAK Fisik optimal sehingga benar-benar berdampak dalam mengakselerasi perekonomian, khususnya di tingkat regional Gorontalo. (DvL)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu