Kawasan Ekonomi Khusus Gopandang: Solusi Mendongkrak Investasi

djpbgorontalo, 26 Nov 2018, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

"Investasi merupakan kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih positif, tinggi dan sustainable," kata Sri Mulyanii saat rapat kerja bersama Komisi XI DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, sebagaimana dilansir oleh MetroTV News.com (12/6/2017). Sebagai langkah untuk mengoptimalisasi sumber-sumber potensi ekonomi di berbagai wilayah di Indonesia, pemerintah menciptakan pusat-pusat pertumbuhan baru dengan mendorong pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Dengan kekhasan dan kekhususan yang dimiliki setiap kawasan dan insentif yang diberikan pemerintah, akan cukup menarik minat investasi, terutama investasi pihak swasta,

Pertumbuhan ekonomi Gorontalo Triwulan II tahun 2018 tercatat sebesar 7,45 persen dengan Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku tercatat sebesar Rp 9.227,48 miliar. Pertumbuhan tersebut sebagian besar disumbang dari Konsumsi Rumah Tangga yaitu sebesar 62,62 persen atau Rp5.778,36 miliar. Padahal, perekonomian yang masih sangat bergantung pada sektor konsumsi tidak akan memberikan pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan dalam jangka panjang (Sumarsono, 2009). Minimnya peran investasi akan mengakibatkan perekonomian hanya bergerak di bawah kapasitas potensialnya. Diperlukan perbaikan fundamental ekonomi yang kuat, dimana pemerintah seharusnya dapat melakukan terobosan baik fiskal, struktural maupun sektoral yang bisa memberikan stimulus ekonomi jangka panjang.

Kewenangan pemerintah daerah dengan sistem desentralisasi menjadi jalan untuk mendorong akselerasi pembangunan di daerah. Dalam kenyataannya, sumber daya yang dimiliki untuk membiayai pembangunan sangat terbatas.  Alokasi anggaran Provinsi Gorontalo jika dilihat dari  jenis belanja APBN , belanja pegawai dan belanja barang mendapatkan jumlah alokasi sebesar 57 persen dari total pagu dan dari sisi APBD, belanja operasi (Belanja pegawai, belanja barang)  mendapatkan alokasi sebesar 64 persen. Diperlukan perbaikan dan terobosan dari pemerintah daerah untuk mengatasi keterbasan anggaran yang dimiliki. Langkah yang tepat adalah memperbesar investasi sebagai solusi dalam mengatasi kekurangan anggaran sebagai modal dalam pembangunan.

Kawasan Ekonomi Khusus dianggap sebagai jalan untuk meningkatkan penanaman modal melalui penyiapan kawasan industri yang memiliki keunggulan karena letaknya yang strategis. Investor yang tertarik beroperasi di Kawasan Ekonomi Khusus bakal mendapatkan fasilitas dan kemudahan atau insentif dari pemerintah. Mulai dari insentif perpajakan (termasuk kepabeanan dan cukai), lalu lintas barang, ketenagakerjaan, keimigrasian, pertanahan, hingga perizinan dan nonperizinan. Pentingnya membangun sektor industri agar mampu bersaing di era globalisasi sekaligus menjadikannya sebagai motor penggerak perekonomian nasional atau daerah pada masa yang akan datang. Peran strategis sektor industri sebagai mesin pembangunan ekonomi bukan tanpa alasan, karena sektor industri akan membawa dampak turunan yakni meningkatnya nilai kapitalisasi modal, kemampuan menyerap tenaga kerja yang besar, serta kemampuan menciptakan nilai tambah (value added creation) dari setiap input atau bahan dasar yang diolah (Eddy Cahyono 2015).

Usulan penetapan Kawasan Ekonomi Khusus Gopandang (Gorontalo, Paguyaman dan Kwandang) dilaksanakan untuk mendukung program Nawacita Pemerintah yaitu Cita ke-6 “Membangun Pusat-Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Luar Jawa”. Kawasan Ekonomi Khusus diharapkan dapat Mengoptimalkan Produktivitas Rakyat dan Daya Saing di Pasar Internasional. Kawasan Ekonomi Khusus Gopandang Kecamatan Anggrek yang secara geografis berhadapan langsung dengan Laut Sulawesi dan merupakan teras depan Indonesia di bagian utara yang berhadapan langsung dengan negara-negara di Kawasan Asia Pasifik di antaranya: Negara Jepang, korea, Philipina, Vietnam, Tiongkok, Malaysia dan negara lainnya.  Potensi pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus antara lain  kawasan industri di KSP/KEK Anggrek seluas 260,23 Ha, kawasan pergudangan pada KSP/KEK Anggrek seluas 179,41 Ha, kawasan perdagangan dan jasa seluas ± 29,95 Ha, kawasan perumahan dan permukiman seluas 260,55 Ha, kawasan khusus PLTU seluas ± 60,68 Ha Anggrek dan kawasan khusus PLTU Tomilito ± 133 Ha.

Berdasarkan informasi dari Bappeda Provinsi Gorontalo, bahwa usulan KEK Gopandang telah disampaikan ke pihak Dewan Nasional KEK dengan syarat perlu adanya peranan pihak swasta. Hal ini dimaksudkan agar setelah disahkannya Kawasan Ekonomi Khusus Gopandang dapat langsung berjalan atau tidak perlu waktu lama mencari perusahaan untuk berinvestasi. Sebagai bentuk keseriusan, telah dilakukan penandatanganan kesepakatan antara Gubernur Gorontalo dengan PT. Jababeka pada tanggal 12 Januari 2018. Perusahaan tersebut siap untuk berinvestasi di Provinsi Gorontalo. Sebagai tahap awal, PT. Jababeka akan berinvestasi pada pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui rekrutmen mahasiswa guna belajar di kampus President University. Selanjutnya investasi pada pembangunan pembangkit listrik tenaga micro hydro (PLTMH), pembangunan jaringan air bersih serta pembangunan sektor pariwisata. Menurut CEO Jababeka, Setyono Djuandi Darmono, Gorontalo sangat potensial untuk dikembangkan investasi karena wilayah Gorontalo yang luas dan memiliki dua sisi laut Utara dan Selatan. Beliau menambahkan, untuk mitra yang akan berinvestasi, pihaknya bisa mencarikannya, karena ada kurang lebih 30 negara untuk bisa diajak kerja sama. Sampai saat ini terdapat satu pekerjaan rumah yang harus dikerjakan oleh Pemerintah Daerah terkait masalah penyediaan lahan. PT Jababeka mensyaratkan untuk disediakan lahan di wilayah Gorontalo Utara seluas 1.500 hektar. Berdasarkan informasi Bappeda Kabupaten Gorontalo Utara, progress pembebasan lahan sedang dalam proses. Sepertiga wilayah sudah keluar izin HPL (Hak Pengelolaan Lahan), sepertiga lagi masih dalam proses pembebasan, sedangkan selebihnya lahan yang belum diproses pembebasannya dikarenakan masih dihuni oleh penduduk yang meliputi 6 (enam) desa.

Kawasan Ekonomi Khusus Gopandang masih dalam proses dan menunggu persetujuan dari Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus. Harapannya akan mampu memacu laju pertumbuhan ekonomi daerah yang didorong oleh kegiatan liberalisasi perdagangan dan investasi. Terciptanya kesempatan kerja baru sehingga dapat mengurangi pengangguran, meningkatnya daya beli dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan data dari Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus, dua wilayah tetangga yang sudah terlebih dahulu mengimplementasikan Kawasan Ekonomi Khusus   menyebutkan bahwa KEK Palu diproyeksikan dapat menarik investasi sebesar Rp92,4 triliun hingga tahun 2025 dengan dan menciptakan 97.500 lapangan kerja. Di lain pihak, berdasarkan potensi wilayah dan keunggulan geostrategis, KEK Bitung diharapkan mendorong hilirisasi dan mendongkrak daya saing sektor perikanan, agro, farmasi dan menarik investasi senilai Rp32 triliun hingga tahun 2025. Bercermin dari data tersebut, KEK Gopandang yang dikembangkan untuk menunjang komoditi unggulan di bidang pertanian, perikanan, perkebunan, kehutanan, pertambangan dan pariwisata diharapkan mendapatkan tambahan modal investasi yang besar dan membuka banyak lapangan kerja, sehingga target-target pembangunan yang ditetapkan  dapat tercapai.

oleh: Puji Hartoyo (Kepala Seksi Pembinaan Pelaksanaan Anggaran IIB, Kanwil DJPb Provinsi Gorontalo)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu